31 Agustus 2019 21:32:54
Ditulis oleh Admin

Meriahnya Tahun Baru Hijriyyah 1441

www.dingil-jatirogo.desa.id  31/08/2019

Muharram menjadi salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Untuk menyambut tahun baru, umat Islam dianjurkan melakukan beberapa amalan. Berdasarkan kalender Islam, 1 Muharram 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad tanggal 1 September 2019. Muharram menjadi bulan pertama dalam perhitungan tahun Hijriyah.

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, Warga Desa Dingil merayakan Tahun Baru Islam ini dengan mengadakan Pawai Lamphion yang diikuti oleh Para Dewa Guru dan Siswa siswi dari PAUD Tunas Bangsa, TK Dharma Wanita, SDN 1, SDN 2 dan SDN 3 Desa Dingil. Dengan diiringi musik tongklek, Hadroh, pembacaan sholawat serta pembacaan kata-kata mutiara dari Dewan Guru menjadikan suasana jadi tambah meriah. Begitu juga antusias warga Desa Dingil yang berbondong-bondong, berbaris untuk menyaksikan keseruan acara pawai tersebut.

Acara yang dibuka oleh Kepala Desa Dingil setelah sholat maghrib tersebut berjalan lancar dan berakhir pada pukul 20.30 WIB dengan rute kurang lebih sekitar jarak 3 KM. Tak lupa Kades dan Perangkat desa serta Bhabinkamtibmas juga ikut serta mendampingi acara pawai tersebut sampai selesai.

Kegiatan ini sebenarnya punya tujuan positif salah satunya adalah sebagai pembanding perayaan yang biasa dilakukan pada tahun baru masehi, dimana sudah menjadi tradisi bahwasanya kegiatan Tahun Baru Masehi hanya diisi dengan meniup terompet, menyalakan kembang api, hura-hura, bahkan menjadi peluang maksiat bagi kawula muda. Tentu ini menjadikan mental generasi penerus bangsa yang hanya mengutamakan kesenangan pribadi tanpa mengetahui apa hikmah dibalik peristiwa itu sendiri.

 

Sejarah

Sejarah 1 Muharram tahun baru Islam, ditandai dengan peristiwa besar yakni peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Perhitungan Tahun Baru Islam bermula di masa Umar bin Khattab R.a. tepatnya 6 tahun pasca-wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Umar bin Khatab bermusyawarah dengan para sahabat dan singkat kata, mereka pun berijma untuk menjadikan momentum dimana terjadi peristiwa hijrah Nabi sebagai awal mulai perhitungan tahun dalam Islam. Sebelum mengenal kalender Islam atau kalender Hijriah, masyarakat Arab mengenal tahun dengan menamainya menggunakan peristiwa penting yang terjadi di tahun tersebut.

Misalnya kelahiran Nabi Muhammad SAW, dikenal dengan Tahun Gajah, karena pada tahun tersebut terjadi penyerangan terhadap Kabah oleh pasukan yang menggunakan gajah sebagai kendaraan perangnya.

Di Bulan Muharrom, terdapat beberapa peristiwa penting sebagaimana yang saya nukil dari kitab I’anatut Tholibin syarah fathul muin, yaitu :

  1. Nabi Adam 'alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya
  2. Nabi Idris 'alaihissalam naik pada tempat yang mulia.
  3. Nabi Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan
  4. Selamatnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar.
  5. Allah menurunkan kitab Taurot kepada Nabi Musa 'alaihissalam
  6. Nabi Yusuf 'alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah
  7. Nabi Ya’qub sembuh dari penyakitnya.
  8. Nabi Ayyub 'alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya
  9. Nabi Yunus 'alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan.
  10. Nabi Musa membelah lautan untuk Kaumya bani isroil
  11. Allah mengampuni dosa Nabi Daud ‘alaihissalam
  12. Allah memberikan kerajaan kepad Nabi Sulaeman
  13. Allah mengampuni dosa Nabi Muhammad s.a.w baik dosa yang lalu atau yang akan datang.
  14. Pemulaan hari yang diciptakan Allah di dunia
  15. Permulaan turunnya hujan di dunia
  16. Permulaan turunnya rohmat Allah didunia

 Fadhilah atau Keutamaan Bulan Muharrom

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim).

Dari Abu Qatadah Al Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura`, beliau menjawab: “Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.”

Amalan-amalan Bulan Muharrom

1. Berpuasa tanggal 1 Muharram

Disunahkan berpuasa tanggal 1 Muharram sebagaimana yang dianjurkan oleh baginda Rasulullah dalam hadisnya. Demikian pula pada hari-hari setelahnya. Adapun bunyi hadisnya sebagai berikut:

رُوِيَ عَنْ حَفْصَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : مَنْ صَامَ آخِرَيَوْمٍ مِنْ ذِيْ الْحِجَّةِ وَأَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ جَعَلَهُ اللهُ تَعَالَى لَهُ كَفَّارَةَ خَمْسِيْنَ سَنَةً. وَصَوْمُ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ بِصَوْمِ ثَلَاثِيْنَ يَوْمًا.

Artinya: Diceritakan dari Sayyidah Hafshoh r.a. dari Rasulullah SAW bahwasanya Beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah SWT menjadikan (puasa)nya itu sebagai pelebur (dosa) selama 50 tahun. Dan puasa sehari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari di bulan selainnya.”

 قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمِ.

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.”

 قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَوْمُ يَوْمٍ مِنْ شَهْرِ حَرَامٍ أَفْضَلُ مِنْ ثَلَاثِيْنَ مِنْ غَيْرِهِ وَصَوْمُ يَوْمٍ مِنْ رَمَضَانَ أَفْضَلُ مِنْ ثَلَاثِيْنَ مِنْ شَهْرِ حَرَامٍ.

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa satu hari di Bulan Muharram itu lebih utama daripada puasa 30 hari di bulan lainnya, dan puasa satu hari di Bulan Ramadan itu lebih utama daripada puasa 30 hari di Bulan Muharram.”

2. Membaca doa akhir tahun

Pembacaan doa akhir tahun ini hendaknya dibaca sebanyak tiga kali pada akhir waktu Ashar tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah (lebih jelasnya untuk melihat kalender guna mengetahui akhir bulan Dzulhijjah). Pembacaan ini dimulai dengan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali kemudian dilanjutkan dengan doa di bawah ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِى السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ, وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ , وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ, وَدَعَوْتَنِيْ اِلَى تَوْبَةٍ بَعْدَ جَرَائَتِيْ عَلَيْكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْلِيْ . اَللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ, وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

Sebagaimana hadis yang telah disebutkan di atas, bahwa pada hari terakhir dari bulan Dzulhijjah (hari akhir tahun) disunahkan untuk berpuasa agar seseorang mengakhiri tahunnya dengan ibadah puasa. Dalam suatu hadis disebutkan, “Barang siapa berpuasa pada hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah SWT menjadikan (puasa)nya itu sebagai pelebur dosa selama 50 tahun.”

3. Membaca doa awal tahun

Pembacaan doa awal tahun ini hendaknya dibaca setelah melaksanakan shalat Maghrib (saat itulah tanggal 1 Muharram telah tiba) sebanyak tiga kali, yang dimulai dengan membaca surat Yasin dan kemudian dilanjutkan dengan doa di bawah ini:

بسم الله الرحمن الرحيــــــــم, الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعلَمِيْنَ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمِّدٍ صَلاَةَ تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا, وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اللّهُمَّ اَنْتَ اْلأَبَدِيُّ اْلقَدِيْمُ اْلَأَوَلُ, وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ اْلعَمِيْمِ اْلمُعَوَّلُ. وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ, نَسْأَلُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ, وَاْلعَوْنَ عَلى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ, وَالإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنَا إِلَيْكَ  زُلْفَى,  يَا ذَا اْلجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ   وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

 

4. Membaca dzikir dan doa Asyuro (10 Muharram) dan Berpuasa

Padahari Asyuro’ dianjurkan untuk membacaحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْر  sebanyak 70 kali pada waktu setelah Maghrib. Setelah itu membaca doa di bawah ini sebanyak tujuh kali.

دُعَاءُ عَاشُرَاءَ

بسم الله الرحمن الرحيم. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَا مَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Selain itu, pada hari Asyuro’ juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa.



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus