19 Februari 2019 09:31:56
Ditulis oleh Admin

KUNDANGAN MANEH !

www.dingil-jatirogo.desa.id (11/02/2019) Istilah Kundangan sering kali dilakukan oleh masyarakat Dingil dalam acara-acara khusus seperti kematian, Mitoni/ tingkepan, Syukuran setelah beli motor, mobil, traktor, syukuran sumur, Ruwatan, dll. Istilah jawa Kundangan itu yang dimaksudkan adalah sebuah undangan untuk menghadiri sebuah acara seperti berdoa bersama, dzikir bersama, tahlil, dll yang disitu ada makanan yang dibisa dibawa pulang berkat yang merupakan asal kata dari “Barokah”. Di daerah lain ada yang menyebut dengan bahasa "Banca'an". begitu juga ada istilah lain yang memasyarakat di Desa Dingil yaitu "Dul Kadiran". Ini yang dimaksud adalah acara doa bersama dengan membaca Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani serta ada tumpengnya berupa ayam Panggang utuh, yang langsung dibagi setelah acara.

Sebagaimana yang dilakukan Masyarakat Dingil pada tanggal  11 Februari 2019 yaitu Sedekah Cungkup. yaitu Shodaqoh makanan berupa tumpeng yang dilakukan di Cungkup Depan Balai Desa Dingil. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun biasanya pada waktu pasca tanam padi, menjelang panen, dan menjelang Sedekah Bumi yang biasa dilakukan setelah hari raya Idhul fitri.

Masyarakat Dingil antusias berbondong-bondong membawa tumpeng menuju cungkup desa, dan berdoa bersama yang dipimpin langsung oleh Mbah Muddin Ahmad Zuhri yang selaku Kasi Kesejahteraan Desa Dingil. Mereka mempunyai harapan agar Allah SWT senantiasa memberikan Kesejahteraan, kemakmuran dan keberkahan dalam hasil bumi pertanian desa Dingil yang notabene mayoritas mata pencaharian mereka adalah petani.

Tradisi semacam ini jelas tidak bertentangan dengan syari'at islam dan bukan termasuk Bid'ah Dholalah (sesat) selama do'a tersebut ditujukan hanya kepada Allah SWT, dan berkeyakinan yang bisa memberikan manfaat dan madhorot hanya Allah SWT, bukan Mbah Danyang yang ada di Cungkup.

Kegiatan ini sudah sesuai dengan Firman Allah SWT " Shodaqoh itu bisa menolak bala' (musibah)".

Al Habib Umar bin Hafidz memberi nasihat : Jika kita ingin menolak bala’, tolaklah bala’ itu dengan sedekah. Sungguhnya sesuap sedekah itu dapat menolak bala dan musibah.

Rasulullah bersabda, “Bersegeralah kalian bersedekah di pagi hari sebab bala apabila mau datang tidak dapat melompati dan mendahului sedekah itu”.

Disebutkan oleh Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Segaf bahwa di antara orang-orang baik, kaum shalihin yang ada di kota Seiwun mereka sudah menyiapkan sedekah mereka dari malam, ketika masuk Subuh, mereka berpesan kepada anggota keluarganya agar sedekahnya disiapkan dan begitu adzan Subuh, maka dikeluarkanlah sedekah tersebut. Mereka sholat subuh di masjid hingga kemudian kembali sehabis shalat Dhuha ke rumahnya setelah dia dari masjid.

Ada sebuah kisah tentang orang soleh tersebut. Suatu kali dirinya mendapat kabar dari seseorang yang disuruh keluarganya bahwa anaknya terjatuh dan tulangnya patah. Maka dia beritahu kepada orang yang dikirim tersebut, “Beritahu keluarga saya, coba dicek jangan-jangan sedekah yang tadi Subuh belum dikeluarkan. Kalau sudah dikeluarkan tidak mungkin bala’ musibah akan datang”. Maka keluarganya berkata, “Iya betul kita lupa daripada sedekah yang harus dikeluarkan itu”.

Maka orang sholeh tersebut berkata, ”Sekarang segera keluarkan sedekah tersebut nanti sehabis shalat Dhuha kita lihat untuk kesembuhan anak tersebut bagaimana”. Maka datang kelembutan dari Allah Ta’ala dan anak tersebut pun menjadi sehat lagi. (MAF).



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus